Selasa, 31 Januari 2012

kado gitar biru


Ga ada yang gratis di dunia ini , sampai kencing pun bayar . di papan tercantum kencing seribu , beol 2000, mandi 4000 . hari ini gratis itu ga ada sama sekali , saat itu umurku 12 tahun tepatnya , aku selalu ingin menjadi dewasa . sampai sampai aku slalu bilang pada ayahku untuk membeliku gitar walaupun aku tak terlalu memaksanya , ayahkuhanya bilang padaku “sabar na , saatnya nanti ayah belikan mu gitar yg layak untukmu” aku hanya tersipu senyum mendengar ucapan lembut ayahku yang pada waktu itu keluargaku sedang berada di ambang garis kemiskinan alias malarat aku bersyukur di usia ku yang hamper 17 tahun dan seperempat abad ini , ku tak merasakan di garis mati tersebut .
                Hari-berganti , teman2ku bermain gitar usai sekolah , aku hanya ikut dengan teman2ku agar ketularan pinter main gitarnya tanpa ku membawa gitar sendiri . aku selalu bercerita kalau aku jadi artis nanti , aku bakal bawa teman2ku ke panggung , temanku hanya melecehkanku dan memastikan bahwa , itu hanyalah sebuah mimpi . dulu tubuhku pendek , cempreng , rambut alayyy , rambut agak merah , di foto juga alay , di foto mulutnya di tutup pake satu jari tlunjuk , manyun2 goblok  , sms nya masih alay , seperti ‘ hYy qM l9iie apPh ? kMana qmuch ? mmuAAcch@; mungkin kalo aku skarang masih alay  nama fb ku adalah ‘aQuHH ianXx cElallu cinTa qMuch PolEpell muachmuaAAch ..’
                Waktu hari minggu , hari itu hari seperti surge di dunia karena bebas pelajaran . encase teman sepermainanku dari kecil , dating kerumahku untuk bermain bersamaku  ,
(nama disamarkan)
                Encase  : ukiiiiii main yuuk , ukiiii .. (sambil nongol di jendela)
                Aku        : yaa ini aku lah begoo , ada apa
                Encase  : aku encas ,
                Aku        : aku tau bego kamu ncas , ada maksud apa kau dating ke kediamanku ?
                Encase  : aku ingin membuat katepe  (sambil duduk di terasku) , huhh laga mu seperti bapa RT dahh , aku kesini mau ngajak main kamu main gitar.
aku jawab dengan senyuman dan bergegas meninggalkan rumah , menutup pintu untuk pergi ke rumah zaid teman lainku ,  disana ku melihat mereka (encase dan zaid) bermain gitar dengan mahirnya . aku mulai mencobanya dan hasil nya ?? NIHIL .. ga ada hasilnya sama sekali , seringkali aku di ejek mati2an temanku ga akan pernah pnya pacar kalo ga main gitar , kalo ga main gitar katanya gak maco .
                Permainan gitar belangsung dengan khidmat , saking asiknya ? perutku , pantatku terasa di manjakan dengan alunan music rock itu  tak tau knapa, kentutlah aku dengan nikmatnya dengan bunyi berdesis diantara teman2ku , “bau busuk apa ini” encase bertanya sambil mengangkat bajunya untuk menutupi hidung karena aroma tidak sedap kentutku , zaid membalas perkataan encase dengan cepat “bau dari neraka mana ini , yatuhan jangan ambil aku sekarang” (lebay . sementara aku , hanya memiringkan badanku sambil mengipas2 pantatku , mereka berdua ,elempariku dengan batu2 kecil dan au meminta izin untuk ikut beol di rumah zaid ..
Aku mulai memasuki rumahnya dan melihat kedua orang tuanya yang sedang asik menonton sinchan dengan tv 14 inchinya dan duduk di lantai br 2 alangkah so sweetnya mereka , aku bilang pada ayahnya , ‘’bah , uki ikut beol yaa’’ , ayahnya menjawab tanpa melirik ke arahku karena keasikan menonton sinchan .
                Langkahku terhenti ketika melihat kondisi wc yg pintunya terbuat dari setengah seng , aku mulai membuka celana dan jongkok di wc nya , bayangkan saja , badanku terlihat setengah dari luar pintu kamar mandi tersebut yang ukurannya sangat pendek sampai terlihat kepala hinggsetengah perutku ..
Aku memikirkan sejenak bagaimana kalau orang tuanya melirik ku yg sedang di wc ? sementara aku memperlihatkan wajah perjuangan ku yg sungguh2, masa iya aku harus tersenyum ketika orang tuanya melihatku . percayalah ngeden sambil senyum itu gak matching. Perjuanganku pun selesai . aku pulang ke rumah lari cepat2 karna ingin bilang pada ayahku . AKU INGIN GITAR , ayah yg saat itu sedang membaca Koran hanya tersenyum lama skali entah itu senyum  kesabaran atau senyum meledek ku , karna wajahku ini tak meyakinkan pasangannya dengan gitar , huh ya sudahlah , aku ke kamar melihat celenganku yg sangat berat , aku pecahkan di dalam tumpukan bantal dan mendudukinya hingg keluarlah isi ayam tersebut  aku melotot penuh kebahagiaan berbinar2 dan mataku brubah menjadi hijau dan berbentuk $$ , betapa seperti tuan krabs diriku . teliti ku menghitung uang ku higga ku mandapat 78.500 , mata hijauku berubah menjadi Rp Rp dan lemas diriku  ,dapat gitar ap seperti ini .
--
                3 hari kemudian.. kriiiiinnnnnng ,,, kriiiingggg .. bunyi telpon rumahku yg sangat nyaring aku berlari ke tempat tlpon itu berada meja tempat menyetrika baju . ternyata adik nene ku menelpon dengan suara agak ngeden begitu ku terimanya .
“haloooo” nenek ku dengan lembutnya ,
“halo ya halo , passwordnya ? update status doong”  jawabku dengan penuh leluon
“ini nene mu , cepat kesini temani faras ( ponakanku ) dia baru aja di sunat”
“siap nek aku segera kesana”
“tuutt..tuuut..tut” >> telpon putus dan aku mengganti clana bajuku mix and match ..
Setibanya ku di rumah faras , aku masuk tanpa asalmualaikum dan melihat faras dengan egang nya terlihat titit faras menjuntai dengan indahnya.
Yaa , cerita di persingkat , pada waktu itu aku dapet duit 100 ribu dari nene ku itu . dengan tenang ku duduk di kasur menjumlahkannnya menjadi 178500 , betapa berflower-flowerya diriku sejak itu .
-----


                Hari libur lagi , entah hari libur apa sejak itu yg pasti bukan hari minggu , dengan adik perempuanku ber2  , ku mulai menggoes sepedaku ke tempat adanya gitar  , setelah di tempat .. tergantung gitar2 merk ternama seperti genta , allegro , ginson , Yamaha , Honda ,Kawasaki ,Suzuki , Daewoo (pikir motor ??) ..
Dengan sigapnya ku melihat banderol gitar itu , adikku mencari kea rah yang lain dan aku pun juga berlawanan arah dengan adikku . adikku berteriak
“kakaaaa… kakaaa….” Sambil lari-larian lebay “ada gitar bagus kakk…ayo sini”
“dimana dik ? tunjukan kepadaku “ sambil serius menatap adikku
“baiklahh ! ikuti aku abang” sambil membawa obor , “awaassss.. ada elang , ada elannggg” tiba2 muncul di film indosiar yg ada elangnya tuh .. (rada lebay)
Ku lihat banderolnya itu paling murah 225.000 rupiah , sementara uangku hanya 178.500 ..
Cerita singkat , aku mulai pulang dengan adik permpuanku ,  dengan kondisi lemas .
Dalam kayuhan sepedaku aku berfikir , aku tak jadi membeli gitarku , aku hanya akan menabungkannya lagi ,. Dan tak harus membeli gitar ..

Pulang ke rumah dengan kondisi basah kuyup hujan  , kedinginan  , saat itu ayahku entah pergi keluar kota  mungkin untuk  bekerja . terhitung 2 hari lagi , umurku menginjak 13 tahun aku menghapus kehadiran gitar dalam ulang tahunku ..
4 hari belalu , terlewat ulang tahunku  2 hari, ayahku datang dengan ceria membawa tas panjang di gandongnya seperti biasa ayahku selalu berjalan pelan  , santai selow .. dia hanya tersenyum padaku dan berkata “ayah memberimu yang layak untukmu” sambil mengangkat halisnya dan menyimpan tas yang berisi gitar , pada umurku 13 tahun aku selalu tidak malu memeluk ayahku  , aku peluk ayahku erat2 , uhm so sweet pada saat itu , sekarang ? aku sudah lebih tinggi darinyaaa haha nampaknya agak sombong nih aku dengan urusan tinggiku :D , dan .. oya gitar ku namanya jagur seperti nama twitter ku @JagurLuckman
kembali pada curhatku ..
Ayahku langsung mengajarikukunci gitar, grip grip sesungguhnya . ayahku memainkannya dengan sangat mahir , malum dulunya ia anak band ..
Aku belajar kunci dasar dari A sampai G , entah knapa pelajaran dari seorang ayah langsug masuk dalam otakku  ,. Aku mulai menunjukan diriku sendiri  ,  aku ini bias bermain gitar  pada teman2ku termasuk zaid dan encase . inilah aku , walau hanya bermain pas pasan ..
Terima kasih ayah , kau tak henti memberiku pelajarn semenjak aku kecil  termasuk mengajariku main gitar walau Cuma sekejap mengajariku .
Ini aku sekarang ayah , mamah , walaupun aku belum tumbuh sempurna seperti yang kalian inginkan aku berusaha menjadi yang kalian inginkan meskipun perjalanan tiu panjang ..
Inilah aku daalm usia 16 tahun ,
Dulu aku bermimpi untuk naik tampil bernyanyi di depan panggung di halayak ramai , terimakasih ayah  aku bias menunjukanya pada banyak orang walaupun aku tak jadi artis dan pemain terbaik dan handal setidaknya aku telah tampil di panggung , tempat suasana gerogi  tiba , lihatlah zaid dan encase puas kauu :D
sekali lagi , terimakasih ayah , terimakasih :D
Tanpa kalian , kedua orangtuaku  , ku takkan bias hadir disini







end

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management